Kecelakaan maut kembali terjadi di wilayah Jember.Sebuah truk fuso bermuatan kayu karet masuk jurang sedalam empat meter di Jalan Sumberwadung,Dusun Sumberjeding,Desa Seputih, Kecamatan Mayang,kemarin dini hari.
Akibatnya, satu orang tewas dan dua orang lainnya dalam kondisi kritis.Korban tewas diketahui bernama Rochim, 45,warga Desa Pekiki, Kecamatan Purwoasri,Kabupaten Kediri yang meninggal di lokasi kejadian. Sementara dua orang lainnya, yakni Gunawan, 24, dan Nono Supriyadi, 30,warga Dusun Kaliputih,Kecamatan Rambipuji kritis dengan kondisi patah tulang di bagian kaki.
Diduga kendaraan truk bernomor polisi L 8006 IZ yang disopiri Gunawan oleng dan masuk jurang karena pengemudinya mengantuk. Truk yang sarat muatan kayu bakar jenis karet itu berangkat dari perkebunan di Desa Karangharjo, Kecamatan Silo. Saat melintas di jalan menurun yang sempit dan menikung, diduga sopir mengantuk. Akibatnya, truk menabrak beberapa kayu jati di pinggir jalan samping kiri dan kemudian masuk jurang.
Rochim yang duduk di samping kiri sopir meninggal di lokasi karena tergencet. Sementara Gunawan dan Nono dengan luka serius langsung dilarikan ke RSUD dr Soebandi Jember. Seusai masuk jurang, kondisi bagian bak truk masih berada di bibir jurang, sedangkan bagian depan truk tampak hancur. Puluhan kubik kayu karet yang berserakan langsung dipindah dengan menggunakan truk lain.
Rencananya kayu yang diangkut dari Karangharjo itu akan dikirim ke perusahaan kapur di Puger sebagai bahan pembakar kapur. Menurut saksi mata, Ahmad Masykur,warga Seputih,pada pagi dini hari kemarin dia mendengar suara benturan yang cukup keras. “Saya langsung mendekati sumber suara itu.Awalnya saya hanya melihat bagian bak truk yang tertutup terpal hijau.
Namun,ada seseorang di dalam truk yang menjerit karena truk itu masuk jurang, ”ungkapnya kemarin. Dia kemudian memanggil warga lainnya untuk memberikan pertolongan. Menurut dia, ketiga korban itu tergencet bagian kepala truk dan tergencet kayu karet.Untuk mengeluarkan ketiga korban, cukup mengalami kesulitan. Sementara Kanitlaka Lantas Polres Jember Ipda Gatot Sudarto memaparkan, kecelakaan tunggal itu masih dalam penyelidikan.
Namun, dugaan kuat bahwa sopir truk mengantuk berat dan tidak mengontrol jalannya kendaraan saat menikung dan akhirnya masuk jurang. Sementara pengecekan rem dan kelayakan kendaraan truk fuso dinyatakan masih bagus.Truk nahas itu kini menjadi tontonan warga dan masih belum dievakuasi pemiliknya. “Sopir mengantuk dan tidak bisa mengendalikan jalannya truk. Karena itu, jika kondisi mengantuk, sopir lebih baik istirahat dulu,”pesannya.
Sabtu, 24 Juli 2010
Kunci Irit di Bobot Ringan Mobil
Kemenangan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya di Shell Eco-Marathon Asia 2010 yang digelar di Sirkuit Internasional Sepang,Malaysia 8–10 Juli 2010 menjadi salah satu pencapaian terbesar perkembangan teknologi di Indonesia.
BAGAIMANA tidak, mobil yang diboyong Tim ITS 2 dengan nama “Sapu Angin 2”ini menyingkirkan 10 peserta dari seluruh negara di kawasan Asia. Mereka adalah Singapura, Malaysia, Jepang, China, Thailand, Filiphina, Pakistan, India, Iran, dan Vietnam. Mobil perlombaan untuk kategori Urban Concept ini berhasil mencatat mobil paling irit bahan bakar dengan jarak tempuh 236,6 km untuk tiap 1 liter bensin. Sementara untuk kecepatan, mobil ini mampu melaju dalam kecepatan 25 km/jam.
Bobot kendaraaninisendirijugaterbilangcukupringan karena sepadan dengan berat sepeda motor,yakni 93 kg. Lalu, seperti apa mesin dari mobil yang menelan biaya di atas Rp100 juta ini? Salah satu kreator Sapu Angin 2,Witantyo, rupanya enggan memaparkan secara mendalam resep dari mesin mobil tersebut hingga bisa menjadi super irit.Alasannya, nanti temuan ini akan banyak ditiru masyarakat.
Meski begitu,pengajar di Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Industri (FTI) ITS bersedia memberi sedikit bocoran. Witantyo menuturkan,sebenarnya kunci irit bahan bakar ini tidak hanya di mesin, melainkan cara menciptakan bobot kendaraan seringan mungkin dan sekecil mungkin gesekannya.Mesin merupakan salah satu bagian dari kendaraan.
Sebab, banyak komponen mesin yang menyebabkan kendaraan berat. “Kalau kendaraannya sudah lebih berat pasti konsumsinya akan lebih boros. Jadi, kalau sampeyan naik sepeda motor antara sendirian dan berboncengan pastikan lebih boros berboncengan,” paparnya. Pria berusia 47 tahun ini mengungkapkan bahwa prinsip pertama untuk menghemat bahan bakar adalah dengan mengurangi berat kendaraan dan mengurangi gesekan.
Artinya, mesin diusahakan agar menjadi lebih ringan.Karena itu,bagian dari pengurangan berat. Mesin yang digunakan mobil Sapu Angin 2 ini menggunakan mesin sepeda motor, tepatnya Honda Revo 100 cc yang sudah diubah berbagai macam. ”Karena itu, panas mesin yang biasanya dikeluarkan, ini ditahan. Ini supaya bisa mendorong piston ke bawah lebih lama. Jadi,tidak segera dibuang keluar panasnya,” urai akademisi ramah ini.
Selain itu, gesekan mesin juga diminimalkandantorsiputaranrendahnya dinaikkan. Dengan demikian, mesin itu cukup bertenaga walaupun RPM atau putaran mesinnya rendah. Panas mesin motor dipacu untuk menghasilkan tenaga besar. Lantaran mobil Sapu Angin 2 didesain untuk mengikuti lomba irit bahan bakar, daya yang dikeluarkan tidak terlalu besar.
Karena daya yang dibutuhkan tidak terlalu besar,praktis panas yang dibutuhkan juga tidak terlalu besar. Karena itu,walaupun panasnya ditahan tidak menjadi masalah. Sebab, daya yang dihasilkan tidak besar.” Namun,jika mesin ini dipakai untuk tenaga besar dan dilarikan kencang, maka akan over heating karena panasnya ditahan di dalam,”paparnya. Sementara untuk merancang bobot kendaraan agar menjadi ringan, Tim Sapu Angin 2 tidak asal dalam memasang perlengkapan.
Hampir semua aksesori yang menempel pada mobil kecil itu ditimbang terlebih dahulu.Tujuannya, agar bobot kendaraan tidak lebih dari 100 kg. Bentuk fisik Sapu Angin 2 ini terbuat dari aluminium dan agar bisa ringan bodinya menggunakan fiber glass.
Bagaimana dengan aerodinamikanya? Dengan lugas Witantyo menyatakan, tahanan angin dari Sapu Angin 2 ini terbilang kecil. Dengan jelajah sekitar 25 km/jam, aerodimika ini tidak terlalu domin a n . Aerodimika tersebut akan dominan pada mobil dalam kecepatan tinggi seperti mobil pada ajang balap F1.“Kalau kecepatan hanya 25 km/jam tidak banyak pengaruhnya,”tegasnya.
Nama Keris
Nama “Sapu Angin” sendiri diambil dari nama salah satu keris milik Kepala Jurusan Teknik Mesin ITS Herman Sasongko. Nama itu memiliki arti bisa berpindah dari satu tempat ke tempat lain dengan energi rendah. ”Saya sih asal saja memberi nama ketika saya didatangi para mahasiswa ini untuk minta.Kebetulan saat itu saya sedang membasuh (menjamas) keris yang saya beri nama Sapu Angin,” ujar Herman Sasongko.
Herman mengungkapkan,awalnya Fakultas Teknik Industri ITS tidak memiliki rencana untuk mengikuti lomba tingkat Asia tersebut. Bahkan, tidak pernah tebersit dalam pikiran ingin memproduksi mobil irit bahan bakar.Namun,sekitar bulan Maret 2009 Fakultas Teknik Mesin didatangi tim Shell dan memintanya untuk ikut lomba.
Tidak hanya ITS,sejumlah Perguruan Tinggi Negeri (PTN) lain seperti Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Indonesia (UI),dan Universitas Gadjah Mada (UGM) juga terlibat dalam lomba ini.”Kami terima tawaran itu karena saya merasa cukup menantang,”tuturnya. Lalu,Fakultas Teknik Industri langsung membentuk tim yang berasal dari mahasiswa angkatan 2005 dan 2006. Bulan Agustus 2009, tim berhasil menyelesaikan membuat mesin untuk mobil Prototype dan Urban Concept.
Untuk mobil Prototype, yang juga termasuk dalam kategori di Shell Eco-Marathon Asia 2010,mesinnya diambil dari mesin pemotong rumput.“Agar memiliki kesan lokal,tim mesin ini memberi nama Paijo Experiment atau disingkat PEX,”ujarnya. Sementara itu,pengemudi “Sapu Angin 2”mahasiswa Jurusan Mesin FTI ITS Alfian Hudan Nuzula mengaku sempat mengkhawatirkan mesin mobil mengalami overheat atau terlalu panas. Pasalnya, untuk masalah yang satu ini tidak pernah menjadi pertimbangan sebelumnya. Tim hanya fokus pada bagaimana agar mobil bisa mengonsumsi bahan bakar dengan irit.
BAGAIMANA tidak, mobil yang diboyong Tim ITS 2 dengan nama “Sapu Angin 2”ini menyingkirkan 10 peserta dari seluruh negara di kawasan Asia. Mereka adalah Singapura, Malaysia, Jepang, China, Thailand, Filiphina, Pakistan, India, Iran, dan Vietnam. Mobil perlombaan untuk kategori Urban Concept ini berhasil mencatat mobil paling irit bahan bakar dengan jarak tempuh 236,6 km untuk tiap 1 liter bensin. Sementara untuk kecepatan, mobil ini mampu melaju dalam kecepatan 25 km/jam.
Bobot kendaraaninisendirijugaterbilangcukupringan karena sepadan dengan berat sepeda motor,yakni 93 kg. Lalu, seperti apa mesin dari mobil yang menelan biaya di atas Rp100 juta ini? Salah satu kreator Sapu Angin 2,Witantyo, rupanya enggan memaparkan secara mendalam resep dari mesin mobil tersebut hingga bisa menjadi super irit.Alasannya, nanti temuan ini akan banyak ditiru masyarakat.
Meski begitu,pengajar di Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Industri (FTI) ITS bersedia memberi sedikit bocoran. Witantyo menuturkan,sebenarnya kunci irit bahan bakar ini tidak hanya di mesin, melainkan cara menciptakan bobot kendaraan seringan mungkin dan sekecil mungkin gesekannya.Mesin merupakan salah satu bagian dari kendaraan.
Sebab, banyak komponen mesin yang menyebabkan kendaraan berat. “Kalau kendaraannya sudah lebih berat pasti konsumsinya akan lebih boros. Jadi, kalau sampeyan naik sepeda motor antara sendirian dan berboncengan pastikan lebih boros berboncengan,” paparnya. Pria berusia 47 tahun ini mengungkapkan bahwa prinsip pertama untuk menghemat bahan bakar adalah dengan mengurangi berat kendaraan dan mengurangi gesekan.
Artinya, mesin diusahakan agar menjadi lebih ringan.Karena itu,bagian dari pengurangan berat. Mesin yang digunakan mobil Sapu Angin 2 ini menggunakan mesin sepeda motor, tepatnya Honda Revo 100 cc yang sudah diubah berbagai macam. ”Karena itu, panas mesin yang biasanya dikeluarkan, ini ditahan. Ini supaya bisa mendorong piston ke bawah lebih lama. Jadi,tidak segera dibuang keluar panasnya,” urai akademisi ramah ini.
Selain itu, gesekan mesin juga diminimalkandantorsiputaranrendahnya dinaikkan. Dengan demikian, mesin itu cukup bertenaga walaupun RPM atau putaran mesinnya rendah. Panas mesin motor dipacu untuk menghasilkan tenaga besar. Lantaran mobil Sapu Angin 2 didesain untuk mengikuti lomba irit bahan bakar, daya yang dikeluarkan tidak terlalu besar.
Karena daya yang dibutuhkan tidak terlalu besar,praktis panas yang dibutuhkan juga tidak terlalu besar. Karena itu,walaupun panasnya ditahan tidak menjadi masalah. Sebab, daya yang dihasilkan tidak besar.” Namun,jika mesin ini dipakai untuk tenaga besar dan dilarikan kencang, maka akan over heating karena panasnya ditahan di dalam,”paparnya. Sementara untuk merancang bobot kendaraan agar menjadi ringan, Tim Sapu Angin 2 tidak asal dalam memasang perlengkapan.
Hampir semua aksesori yang menempel pada mobil kecil itu ditimbang terlebih dahulu.Tujuannya, agar bobot kendaraan tidak lebih dari 100 kg. Bentuk fisik Sapu Angin 2 ini terbuat dari aluminium dan agar bisa ringan bodinya menggunakan fiber glass.
Bagaimana dengan aerodinamikanya? Dengan lugas Witantyo menyatakan, tahanan angin dari Sapu Angin 2 ini terbilang kecil. Dengan jelajah sekitar 25 km/jam, aerodimika ini tidak terlalu domin a n . Aerodimika tersebut akan dominan pada mobil dalam kecepatan tinggi seperti mobil pada ajang balap F1.“Kalau kecepatan hanya 25 km/jam tidak banyak pengaruhnya,”tegasnya.
Nama Keris
Nama “Sapu Angin” sendiri diambil dari nama salah satu keris milik Kepala Jurusan Teknik Mesin ITS Herman Sasongko. Nama itu memiliki arti bisa berpindah dari satu tempat ke tempat lain dengan energi rendah. ”Saya sih asal saja memberi nama ketika saya didatangi para mahasiswa ini untuk minta.Kebetulan saat itu saya sedang membasuh (menjamas) keris yang saya beri nama Sapu Angin,” ujar Herman Sasongko.
Herman mengungkapkan,awalnya Fakultas Teknik Industri ITS tidak memiliki rencana untuk mengikuti lomba tingkat Asia tersebut. Bahkan, tidak pernah tebersit dalam pikiran ingin memproduksi mobil irit bahan bakar.Namun,sekitar bulan Maret 2009 Fakultas Teknik Mesin didatangi tim Shell dan memintanya untuk ikut lomba.
Tidak hanya ITS,sejumlah Perguruan Tinggi Negeri (PTN) lain seperti Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Indonesia (UI),dan Universitas Gadjah Mada (UGM) juga terlibat dalam lomba ini.”Kami terima tawaran itu karena saya merasa cukup menantang,”tuturnya. Lalu,Fakultas Teknik Industri langsung membentuk tim yang berasal dari mahasiswa angkatan 2005 dan 2006. Bulan Agustus 2009, tim berhasil menyelesaikan membuat mesin untuk mobil Prototype dan Urban Concept.
Untuk mobil Prototype, yang juga termasuk dalam kategori di Shell Eco-Marathon Asia 2010,mesinnya diambil dari mesin pemotong rumput.“Agar memiliki kesan lokal,tim mesin ini memberi nama Paijo Experiment atau disingkat PEX,”ujarnya. Sementara itu,pengemudi “Sapu Angin 2”mahasiswa Jurusan Mesin FTI ITS Alfian Hudan Nuzula mengaku sempat mengkhawatirkan mesin mobil mengalami overheat atau terlalu panas. Pasalnya, untuk masalah yang satu ini tidak pernah menjadi pertimbangan sebelumnya. Tim hanya fokus pada bagaimana agar mobil bisa mengonsumsi bahan bakar dengan irit.
Sarana Kebugaran Juga “Digarap”
Makelar perizinan rumah hiburan umum (RHU) disinyalir beroperasi di banyak lini.Selain kasus Glamoure & Spa,Badan Kehormatan (BK) DPRD Surabaya juga menemukan adanya indikasi pemerasan terhadap sarana kebugaran bernama Atlas.
Indikasi tersebut terungkap saat BK memanggil beberapa orang dari Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya yang disinyalir tahu praktik makelar itu. Mereka yang dipanggil adalah Hendra, seorang pegawai negeri sipil (PNS) di Badan Lingkungan Hidup (BLH); Kabid Pariwisata Dinas Kebudayaan Pariwisata (Disbudpar) Djamalul; dan Kabid Pengembangan Kapasitas Satpol PP Kota Surabaya Hanura Kelana Iriana.
Dari pemeriksaan orang-orang itu, dewan mendapat informasi bahwa ada oknum anggota dewan yang datang ke Atlas untuk minta uang. “Kalau tidak salah ada tiga anggota dewan yang datang ke Atlas,” ungkap Hendra di depan anggota BK. Hendra mengaku ikut mendampingi anggota dewan yang dimaksudnya itu atas perintah pimpinannya, Kasi Lingkungan Hidup BLH Eman Santoso.
Menurut informasi yang didapat Hendra dari Eman, kesalahan Atlas adalah nekat beroperasi ketika izinnya masih dalam proses.Kendati demikian, Hendra mengaku tidak melihat langsung ketika anggota dewan yang didampinginya itu menerima uang dari manajemen Atlas. Namun, dia telah melakukan cek silang langsung dengan manajemen dan pengelola mengaku menyerahkan sejumlah uang. Ketika terjadi transaksi, Hendra mengaku sedang tidak bersama anggota dewan tersebut.
“Yang jelas ada tiga anggota dewan yang datang ke sana (Atlas). Saya agak lupa,”tuturnya. Sementara Djamalul,Kabid Pariwisata Disbudpar,mengaku tidak tahu proses penyerahan uang yang dimaksud Hendra. Dia juga mengaku tidak pernah berhubungan langsung dengan dewan, terutama Komisi A. “Saya tidak tahu apaapa,” ujarnya.Ketika anggota BK bertanya,apakah dia sering diajak inspeksi mendadak (sidak) diamdiam oleh anggota dewan, Djamalul membantahnya.
Dia tetap mengaku tidak pernah berhubungan langsung dengan Komisi A. Bahkan, hingga saat ini di ponselnya tidak ada satu pun nomor anggota Komisi A. “Bagaimana saya bisa berhubungan, wong nomor aja tidak punya,”tegasnya. Ketua Badan Kehormatan (BK), Agus Santoso, menyatakan akan terus mengembangkan penyelidikan dugaan pemerasan yang diduga dilakukan oknum Komisi A DPRD Surabaya. Dia berpendapat, sebenarnya masih banyak kasus serupa Glamoure dan Atlas.
Saat ini, BK sedang mengumpulkan data dan saksi untuk mengungkapnya.“Modus dugaan pemerasan sama,yakni terkait perizinan,”ujarnya. Menurut Agus, ketika oknum dewan menemukan ada RHU yang perizinannya bermasalah, dia langsung melakukan sidak.
Begitu berhasil membuktikan perizinan di RHU tersebut bermasalah, bukannya mencari solusi terbaik sesuai aturan,oknum itu justru membiarkan kesalahan berlarut-larut.Lalu, ujung-ujungnya minta uang.Ketua DPRDSurabaya,Wishnu Wardhana, mengatakan, praktik makelar ini memang harus segera dibongkar karena merusak nama dewan.
Indikasi tersebut terungkap saat BK memanggil beberapa orang dari Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya yang disinyalir tahu praktik makelar itu. Mereka yang dipanggil adalah Hendra, seorang pegawai negeri sipil (PNS) di Badan Lingkungan Hidup (BLH); Kabid Pariwisata Dinas Kebudayaan Pariwisata (Disbudpar) Djamalul; dan Kabid Pengembangan Kapasitas Satpol PP Kota Surabaya Hanura Kelana Iriana.
Dari pemeriksaan orang-orang itu, dewan mendapat informasi bahwa ada oknum anggota dewan yang datang ke Atlas untuk minta uang. “Kalau tidak salah ada tiga anggota dewan yang datang ke Atlas,” ungkap Hendra di depan anggota BK. Hendra mengaku ikut mendampingi anggota dewan yang dimaksudnya itu atas perintah pimpinannya, Kasi Lingkungan Hidup BLH Eman Santoso.
Menurut informasi yang didapat Hendra dari Eman, kesalahan Atlas adalah nekat beroperasi ketika izinnya masih dalam proses.Kendati demikian, Hendra mengaku tidak melihat langsung ketika anggota dewan yang didampinginya itu menerima uang dari manajemen Atlas. Namun, dia telah melakukan cek silang langsung dengan manajemen dan pengelola mengaku menyerahkan sejumlah uang. Ketika terjadi transaksi, Hendra mengaku sedang tidak bersama anggota dewan tersebut.
“Yang jelas ada tiga anggota dewan yang datang ke sana (Atlas). Saya agak lupa,”tuturnya. Sementara Djamalul,Kabid Pariwisata Disbudpar,mengaku tidak tahu proses penyerahan uang yang dimaksud Hendra. Dia juga mengaku tidak pernah berhubungan langsung dengan dewan, terutama Komisi A. “Saya tidak tahu apaapa,” ujarnya.Ketika anggota BK bertanya,apakah dia sering diajak inspeksi mendadak (sidak) diamdiam oleh anggota dewan, Djamalul membantahnya.
Dia tetap mengaku tidak pernah berhubungan langsung dengan Komisi A. Bahkan, hingga saat ini di ponselnya tidak ada satu pun nomor anggota Komisi A. “Bagaimana saya bisa berhubungan, wong nomor aja tidak punya,”tegasnya. Ketua Badan Kehormatan (BK), Agus Santoso, menyatakan akan terus mengembangkan penyelidikan dugaan pemerasan yang diduga dilakukan oknum Komisi A DPRD Surabaya. Dia berpendapat, sebenarnya masih banyak kasus serupa Glamoure dan Atlas.
Saat ini, BK sedang mengumpulkan data dan saksi untuk mengungkapnya.“Modus dugaan pemerasan sama,yakni terkait perizinan,”ujarnya. Menurut Agus, ketika oknum dewan menemukan ada RHU yang perizinannya bermasalah, dia langsung melakukan sidak.
Begitu berhasil membuktikan perizinan di RHU tersebut bermasalah, bukannya mencari solusi terbaik sesuai aturan,oknum itu justru membiarkan kesalahan berlarut-larut.Lalu, ujung-ujungnya minta uang.Ketua DPRDSurabaya,Wishnu Wardhana, mengatakan, praktik makelar ini memang harus segera dibongkar karena merusak nama dewan.
Gubsu Canangkan Gerakan Bersih Masjid
Gubernur Sumut Syamsul Arifin menyapu pekarangan Masjid Agung Medan, untuk mengawali Gerakan Masjid Bersih Se-Sumut yang dicanangkannya kemarin. Sebanyak 21.839 masjid, langgar dan musala ditargetkan akan bersih sebelum datangnya bulan suci Ramadan 1431 H.
MEDAN(SI) – Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Syamsul Arifin mencanangkan Gerakan Bersih Masjid di Sumatera Utara (Sumut) dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadan 1431 H. Pencanangan kegiatan ini untuk tingkat Sumut yang dipusatkan di Masjid Agung Medan serta diawali salat subuh berjamaah dan tausiyah kemarin pagi.
Pencanangan Gerakan Bersih Masjid ini ditandai pemukulan beduk Syamsul Arifin yang dilanjutkan dengan gotong-royong membersihkan Masjid Agung. Gubsu bersama pejabat muspida plus, ulama, pemimpin organisasi keislaman, anggota Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI), prajurit TNI-Polri, serta ribuan umat Islam mengambil sapu lidi serta menyingsingkan lengan menyingkirkan sampah di kompleks masjid yang berada di samping kantor Pemerintah Provinsi Sumut (Pemprovsu) tersebut.
Kegiatan serupa juga digelar Wakil Gubernur Sumut (Wagubsu) Gatot Pudjo Nugroho di Masjid Raya Al Maksum Medan dan para bupati/wali kota Se-Sumut. Gubsu menyatakan, membersihkan masjid menjelang Ramadan sangat penting karena masih ada sebagian masjid yang tidak bersih, suasana tidak nyaman, dan tidak difungsikan layaknya masjid seperti di zaman Rasulullah SAW.
”Fungsi masjid harus dikembalikan pada khitahnya. Dia tidak semata sebagai tempat ibadah, juga sarana menjalin ukhuwah, pengembangan pendidikan, dan lain-lain,” ungkapnya. Karena itu,manajemen masjid harus ditata secara baik, terlebih lagi kebersihannya harus tetap terjaga, sehingga orang yang masuk akan merasa aman dan nyaman.
Kepala Kantor Kementerian Agama Wilayah Sumut Syariful Mahya Bandar menambahkan, kegiatan ini digelar secara serentak di 33 kabupaten/kota di Sumut. Diharapkan, sebanyak 21.839 masjid, langgar, dan musala di Sumut bersih sebelum Ramadan. Dari jumlah itu,sebanyak 10.460 unit bangunan masjid, 6.724 langgar, dan 4.655 musala. ”Ada 10 masjid besar di Medan yang dibersihkan secara serentak pagi ini (kemarin).
Sementara itu, di 14 kabupaten/kota dipimpin langsung bupati dan wali kotanya,” paparnya. Ke-10 masjid di Medan itu, di antaranya Masjid Agung Medan, Masjid Raya Al Maksum, Masjid Al Jihad Jalan Abdullah Lubis, Masjid Al Amin, Masjid Perjuangan 45 Jalan Prof HM Yamin SH, Masjid Al Osmani Jalan KL Yos Sudarso Medan Labuhan. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sumut Eddy Syofian menyatakan, kegiatan ini mendapat respons besar dari masyarakat Kota Medan.
Meski kegiatan dimulai pukul 05.00 WIB, jamaah yang hadir cukup banyak. Sementara itu, para muspida yang hadir, di antaranya Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumut Abdullah Syah, Ketua MUI Medan Mohammad Hatta, Pemimpin Bank Indonesia (BI) Wilayah Medan Gatot Sugiono, Asisten Operasi (Asop) Kepala Staf Kodam (Kasdam) I/Bukit Barisan (BB) Kolonel Inf Arif Rahman, Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) I/BB Letkol Caj Asren Nasution, Komandan Kodim (Dandim) 0201/Berdiri Sendiri (BS) Letkol Inf Hariyanto,
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Medan Muhammad Fitriyus, Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPRD Medan Sabar Syamsurya Sitepu. Kapendam I/BB Letkol Caj Asren Nasution mengungkapkan, untuk kegiatan Gerakan Bersih Masjid, Kodam I/BB mengerahkan prajurit dari Satuan Batalion Kaveleri (Yon Kav) 6/Serbu,Yon Armed 2/Delitua,Yon Arhanudse 11/Binjai, dan 125 anggota gabungan dari Koramil se-jajaran Kodim 0201/BS.
Gerakan Bersih Masjid kemarin meliputi pengecatan dinding, pembersihan lantai, pencucian karpet, pembersihan kaligrafi, dinding marmer tempat salat, pembersihan lantai tempat wudu, toilet, kubah, selokan/parit, dan lainnya.
MEDAN(SI) – Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Syamsul Arifin mencanangkan Gerakan Bersih Masjid di Sumatera Utara (Sumut) dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadan 1431 H. Pencanangan kegiatan ini untuk tingkat Sumut yang dipusatkan di Masjid Agung Medan serta diawali salat subuh berjamaah dan tausiyah kemarin pagi.
Pencanangan Gerakan Bersih Masjid ini ditandai pemukulan beduk Syamsul Arifin yang dilanjutkan dengan gotong-royong membersihkan Masjid Agung. Gubsu bersama pejabat muspida plus, ulama, pemimpin organisasi keislaman, anggota Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI), prajurit TNI-Polri, serta ribuan umat Islam mengambil sapu lidi serta menyingsingkan lengan menyingkirkan sampah di kompleks masjid yang berada di samping kantor Pemerintah Provinsi Sumut (Pemprovsu) tersebut.
Kegiatan serupa juga digelar Wakil Gubernur Sumut (Wagubsu) Gatot Pudjo Nugroho di Masjid Raya Al Maksum Medan dan para bupati/wali kota Se-Sumut. Gubsu menyatakan, membersihkan masjid menjelang Ramadan sangat penting karena masih ada sebagian masjid yang tidak bersih, suasana tidak nyaman, dan tidak difungsikan layaknya masjid seperti di zaman Rasulullah SAW.
”Fungsi masjid harus dikembalikan pada khitahnya. Dia tidak semata sebagai tempat ibadah, juga sarana menjalin ukhuwah, pengembangan pendidikan, dan lain-lain,” ungkapnya. Karena itu,manajemen masjid harus ditata secara baik, terlebih lagi kebersihannya harus tetap terjaga, sehingga orang yang masuk akan merasa aman dan nyaman.
Kepala Kantor Kementerian Agama Wilayah Sumut Syariful Mahya Bandar menambahkan, kegiatan ini digelar secara serentak di 33 kabupaten/kota di Sumut. Diharapkan, sebanyak 21.839 masjid, langgar, dan musala di Sumut bersih sebelum Ramadan. Dari jumlah itu,sebanyak 10.460 unit bangunan masjid, 6.724 langgar, dan 4.655 musala. ”Ada 10 masjid besar di Medan yang dibersihkan secara serentak pagi ini (kemarin).
Sementara itu, di 14 kabupaten/kota dipimpin langsung bupati dan wali kotanya,” paparnya. Ke-10 masjid di Medan itu, di antaranya Masjid Agung Medan, Masjid Raya Al Maksum, Masjid Al Jihad Jalan Abdullah Lubis, Masjid Al Amin, Masjid Perjuangan 45 Jalan Prof HM Yamin SH, Masjid Al Osmani Jalan KL Yos Sudarso Medan Labuhan. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sumut Eddy Syofian menyatakan, kegiatan ini mendapat respons besar dari masyarakat Kota Medan.
Meski kegiatan dimulai pukul 05.00 WIB, jamaah yang hadir cukup banyak. Sementara itu, para muspida yang hadir, di antaranya Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumut Abdullah Syah, Ketua MUI Medan Mohammad Hatta, Pemimpin Bank Indonesia (BI) Wilayah Medan Gatot Sugiono, Asisten Operasi (Asop) Kepala Staf Kodam (Kasdam) I/Bukit Barisan (BB) Kolonel Inf Arif Rahman, Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) I/BB Letkol Caj Asren Nasution, Komandan Kodim (Dandim) 0201/Berdiri Sendiri (BS) Letkol Inf Hariyanto,
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Medan Muhammad Fitriyus, Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPRD Medan Sabar Syamsurya Sitepu. Kapendam I/BB Letkol Caj Asren Nasution mengungkapkan, untuk kegiatan Gerakan Bersih Masjid, Kodam I/BB mengerahkan prajurit dari Satuan Batalion Kaveleri (Yon Kav) 6/Serbu,Yon Armed 2/Delitua,Yon Arhanudse 11/Binjai, dan 125 anggota gabungan dari Koramil se-jajaran Kodim 0201/BS.
Gerakan Bersih Masjid kemarin meliputi pengecatan dinding, pembersihan lantai, pencucian karpet, pembersihan kaligrafi, dinding marmer tempat salat, pembersihan lantai tempat wudu, toilet, kubah, selokan/parit, dan lainnya.
Selasa, 15 Desember 2009
Obrolan Seputar Kontes
Percakapan antara Pariman dengan Daryo di warung makannya mbok Kasem. Man sekarang ini lagi ramai-ramainya kontes seo di intenet kata Daryo mengawali pembicaraan kepada Pariman sambil menghisah rokok 76nya. Iya Yo, saya sendiri juga ikutan kontes yang diselenggarakan oleh PT. Pertamina dengan keyword kerja keras adalah energi kita, kalau kamu ikut gak YO? Tanya Pariman kepada Daryo.
Ya ikut lah Man... Orang acara kontes yang saya tunggu-tunggu dari dulu, setiap ada kontes apapun kalau saya denger pasti ikut Man, belum selesai kontes yang diadakan oleh PT. Pertamina, sudah ada kontes lagi, kamu tahu gak Man? Tanya Daryo pada kariman.
Gak tahu saya Yo... Emang ada kontes seo apa lagi sih? Tanya Kariman kepada Daryo. Baru menjelang pertengahan kontes pertamina, saya mendengar informasi dari kawan-kawan ngeblog bahwa ada kontes kecik-kecilan yang diselenggarakan oleh mbah gendeng untuk menyambut hari ulang tahunnya yang ke 23 pada tanggal 21 januari 2010 nanti Man.
Hadiahnya juga lumayan ko Man, hadiahnya selain uang juaga ada yang lainnya, seperti batu akik dan buluh perindu. Dan katanya sih kalau batu akik boleh minta langsung sama mbah gendeng dengan gratis katanya.
Terus persyaratannya gimana itu Yo? Tanya Kariman kepada Daryo. Persyaratan yang wajib adalah kita harus memasang script yang teleh ditentukan oleh mbah gendeng, di blognya mbah gendeng ada kok Man. Dan untuk artikelnya bebas, terserah kita mau nulis apa, boleh masalah SBY, percintaan kita, politik, pendidikan, pokoknya artikelnya bebas Man, kata Daryo sambil minum kopi.
Kalau pendaftarannya gimana caranya YO? Tanya kariman kepada Daryo lagi. Pendaftarannya cukup dengan mendaftarkan artikel url kita di komen blognya mbah gendeng, nanti pasti ada jawaban kok Man. Dan pendaftarannya ditutup satu hari sebelum pengumuman, yaitu pada tanggal 20 januari 2010 Man, jadi kalau kamu berminat masih banyak waktu dan kesempatan untuk mendaftarkan artikel kontes blog kamu Man, siapa tahu kamu menang.
Waduh malah saya telat informasi kontesnya mbah gendeng ni, kalau gitu saya pulang dulu ya YO, mau buat artikel kontesnya mbah gendeng sekalian mau daftar ikutan kontes, iseng-iseng lah... Kali aja menang, dan tolong kopi saya dibayarin dulu ya Yo, nanti sore saya ganti, soalnya dompet saya ketinggalan di rumah, kata Kariman sambil meninggalkan Daryo dan warungnya mbok kasem.
Sumber : Gado-gado Informasi
Ya ikut lah Man... Orang acara kontes yang saya tunggu-tunggu dari dulu, setiap ada kontes apapun kalau saya denger pasti ikut Man, belum selesai kontes yang diadakan oleh PT. Pertamina, sudah ada kontes lagi, kamu tahu gak Man? Tanya Daryo pada kariman.
Gak tahu saya Yo... Emang ada kontes seo apa lagi sih? Tanya Kariman kepada Daryo. Baru menjelang pertengahan kontes pertamina, saya mendengar informasi dari kawan-kawan ngeblog bahwa ada kontes kecik-kecilan yang diselenggarakan oleh mbah gendeng untuk menyambut hari ulang tahunnya yang ke 23 pada tanggal 21 januari 2010 nanti Man.
Hadiahnya juga lumayan ko Man, hadiahnya selain uang juaga ada yang lainnya, seperti batu akik dan buluh perindu. Dan katanya sih kalau batu akik boleh minta langsung sama mbah gendeng dengan gratis katanya.
Terus persyaratannya gimana itu Yo? Tanya Kariman kepada Daryo. Persyaratan yang wajib adalah kita harus memasang script yang teleh ditentukan oleh mbah gendeng, di blognya mbah gendeng ada kok Man. Dan untuk artikelnya bebas, terserah kita mau nulis apa, boleh masalah SBY, percintaan kita, politik, pendidikan, pokoknya artikelnya bebas Man, kata Daryo sambil minum kopi.
Kalau pendaftarannya gimana caranya YO? Tanya kariman kepada Daryo lagi. Pendaftarannya cukup dengan mendaftarkan artikel url kita di komen blognya mbah gendeng, nanti pasti ada jawaban kok Man. Dan pendaftarannya ditutup satu hari sebelum pengumuman, yaitu pada tanggal 20 januari 2010 Man, jadi kalau kamu berminat masih banyak waktu dan kesempatan untuk mendaftarkan artikel kontes blog kamu Man, siapa tahu kamu menang.
Waduh malah saya telat informasi kontesnya mbah gendeng ni, kalau gitu saya pulang dulu ya YO, mau buat artikel kontesnya mbah gendeng sekalian mau daftar ikutan kontes, iseng-iseng lah... Kali aja menang, dan tolong kopi saya dibayarin dulu ya Yo, nanti sore saya ganti, soalnya dompet saya ketinggalan di rumah, kata Kariman sambil meninggalkan Daryo dan warungnya mbok kasem.
Sumber : Gado-gado Informasi
Langganan:
Entri (Atom)
